Hot News
Quick Links
Pemimpinmasadepan.news - Dalam suasana penuh rasa syukur dan kebahagiaan, Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, Gugun Gumilar, menyampaikan ucapan selamat milad ke-67 tahun kepada Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA Momentum milad tersebut menjadi refleksi atas perjalanan panjang pengabdian KH. Nasaruddin Umar sebagai tokoh bangsa yang terus menghadirkan nilai-nilai keislaman yang…
Dewi Mulyanis BaCaleg PSI Provinsi DKI Jakarta Dapil 6
PemimpinMasaDepan.News, -Jakarta-Tim Advokasi Pembela Warga Kampung Tanah Merah, Pelumpang, Jakarta Utara MENGETUK NURANI PIMPINAN PERTAMINA, HORMATI PUTUSAN PENGADILAN, SELESAIKAN PENDERITAAN RAKYAT, TIDAK MELAKUKAN BANDING, BAYARKAN KERUGIAN MATERIIL DAN IMMATERIIL SECARA TUNAI DAN SEKALIGUS Negara Indonesia adalah negara hukum yang berkedaulatan rakyat, hukum dan peradilan harus bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang berdaulat sebagaimana pasal 1 ayat (2) dan (3) UUD 1945…
HAGAI (Himpunan Warga Gereja Indonesia) temui elit PKS (Partai Keadilan Sejahtera, dalam…
Labuhanbatu Utara — Isu serius mencuat dari lingkungan SMK Muhammadiyah 3 Aek…
Kafe Sosial Pedjuang resmi dibuka di Bandung, Jawa Barat. Kafe Sosial Pedjuang…
Pimpinanmasadepan.news – Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh…
BRI Branch Office Bekasi Fasilitasi Ratusan Pemudik, Hadirkan Perjalanan Aman Jelang Lebaran…
Foto : Istimewa Jakarta — Majelis Adat Indonesia (MAI) secara resmi menyatakan…
Jakarta, - Desakan untuk menyalakan Kabinet Merah Putih terus mencuat. Namun, Lingkaran…
Foto : SYAMSUDDIN, (Istimewa) Indonesia adalah Negara Hukum, sesuai amanat Pasal 1…
Pergerakan Pelaut Indonesia atau PPI teruskan perjuangan dalam memperjuangkan hak hak Pelaut…
Tangerang, (Banten) — Momentum Dzikir Kebangsaan dalam rangka Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dan Haul Akbar yang diselenggarakan pada Selasa, 20 Januari 2026 M / 1 Sya’ban 1447 H di Majelis Ta’lim Fadilatul Akhyar Al Jailani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, berlangsung khidmat, sakral, dan penuh makna. Acara ini menjadi istimewa karena dirangkaikan dengan penganugerahan Karunia Kaseh oleh Maharaja Kutai Mulawarman kepada para ulama, tokoh bangsa, dan pejuang dakwah Nusantara. Penganugerahan Karunia Kaseh tersebut disampaikan langsung oleh Duli Yang Maha Mulia Sripaduka Baginda Berdaulat Agung Prof. Dr. Maharaja Srinala Praditha Alpiansyah Rechza, FW, Ph.D, selaku Yang Dipertuan Agung Diraja Nusantara sekaligus Maharaja Kutai Mulawarman. Karunia Kaseh dimaknai sebagai bentuk penghormatan adat, keteladanan moral, dan pengakuan kebangsaan atas jasa serta pengabdian para tokoh dalam menjaga nilai keislaman, keindonesiaan, dan persatuan umat. Dalam suasana dzikir yang khusyuk dan penuh keteduhan, penganugerahan Karunia Kaseh berlangsung secara sakral, menegaskan bahwa tradisi luhur adat Nusantara senantiasa berpijak pada nilai spiritual, akhlak mulia, dan penghormatan terhadap ilmu serta pengabdian. Dzikir Kebangsaan: Munajat untuk Negeri Dzikir Kebangsaan yang dimulai pukul 19.30 WIB hingga selesai ini menjadi ruang munajat bersama, mempertemukan doa-doa umat dengan semangat kebangsaan. Kegiatan ini dimaknai sebagai ikhtiar batiniah untuk keselamatan bangsa, persatuan umat, serta keberkahan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Acara ini terbuka untuk jamaah umum dan dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, mencerminkan kebersamaan dalam bingkai iman, adat, dan persaudaraan kebangsaan. Dihadiri Ulama, Umara, dan Diraja Nusantara Selain Maharaja Kutai Mulawarman, Dzikir Kebangsaan ini juga dimuliakan dengan kehadiran para ulama kharismatik, tokoh pemerintahan (umara), serta perwakilan Diraja Nusantara, antara lain: •Duli Yang Amat Mulia Sripaduka Puti Dayang Dwatei RAy. Nova Sasranusdila, S.Sos., M.Soc., Yang Dipertuan Puti Dayang Dwatei Depati Tiang Alam (Rejang Lebong, Bengkulu); •Duli Yang Teramat Mulia Sripaduka Pangeran Ratu Rb. Abi Munawir Al Madani Mertakusuma; •Paduka Yang Mulia Pangeran Ery Affandi Yusuf, Menteri Kerajaan Kutai Mulawarman; •Duli Yang Teramat Mulia Sripaduka Dr. (H.C.) Andi Syahriansyah Alwi A, B.App.N, MBE, SAA, Arung Paroto Kerajaan Bone (Sulawesi Selatan); •Paduka Yang Mulia H. Taufiq Syaerozi, •Keratuan Pangeran Jayakarta; •Paduka Yang Mulia Muhtiar Arif, Panglima LPAJ Keratuan Pangeran Jayakarta; •Paduka Yang Mulia Sukirno, Panglima Askar Jayakarta. Penerima Karunia Kaseh Maharaja Kutai Mulawarman Karunia Kaseh dan penghormatan adat dianugerahkan kepada sejumlah tokoh nasional, ulama, dan pemimpin daerah, di antaranya: •DR (H.C) Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya •KH. Ali Mas’adi •DR (H.C) Ir. KH. A. Helmy Faishal Zaini, S.T., M.Si. •Syekh Ahmad Rouhi El Dhaibi Al Jailani (cucu ke-28 Maulana Syekh Abdul Qodir Al Jailani) •Syekh El Dhaibi Ibrahim Amin (cucu ke-28 •Maulana Syekh Abdul Qodir Al Jailani) •Andra Soni, S.M., M.AP. (Gubernur Banten) •Drs. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si. (Bupati Tangerang) •Oman Apriaman, SKM., S.IP. (Camat Rajeg) •KH. Fadli Akhyar •KH. Tubagus Sehabudin Assa’iddiy •KH. Tubagus Fahman Arafat, serta para tokoh dan sesepuh lainnya. Pesan Persatuan dan Spirit Adat Nusantara Panitia menegaskan bahwa penganugerahan Karunia Kaseh dalam Dzikir Kebangsaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pesan moral dan spiritual bahwa adat, agama, dan kebangsaan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam membangun peradaban Indonesia. Melalui dzikir dan Karunia Kaseh ini, masyarakat diajak untuk merenungi bahwa kekuatan bangsa tidak hanya dibangun oleh kebijakan dan kekuasaan, tetapi juga oleh doa, akhlak mulia, kearifan adat, serta ketundukan kepada Allah SWT.(*) Media Center Majelis Adat INDONESIA
Foto: Raja Agung Nusantara Ketum GMPRI saat Bersama Dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, (Istimewa) JAKARTA — Tokoh aktivis nasional Raja Agung Nusantara, yang juga Ketua Umum DPP Gerakan Mahasiswa dan…
Sign in to your account
