Pemimmasadepan.news -.Staf Khusus Menteri Agama RI, Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu fondasi utama kemajuan Indonesia. Menurutnya, pembangunan nasional tidak cukup hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam, tetapi harus diiringi investasi serius dan berkelanjutan pada kualitas sumber daya manusia.
Hal itu disampaikan Gugun saat menghadiri **Rapat Senat Terbuka Wisuda XXIX Program Sarjana Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur**, Rabu (12/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Gugun menyampaikan bahwa gagasan Presiden Prabowo Subianto mengenai pembangunan sumber daya manusia perlu diterjemahkan ke dalam penguatan ekosistem pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Menurutnya, pendidikan tidak boleh dimaknai sebatas proses memperoleh ijazah. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang memiliki kompetensi, karakter, daya saing, serta kemampuan menghadapi perubahan global.
> “Kalau kita ingin melihat Indonesia maju di masa depan, investasi terbaiknya adalah investasi pada manusia. Presiden Prabowo membuat Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat. Termasuk Presiden Prabowo membuat kampus Universitas Republik Indonesia. Ini bukti prioritas pembangunan Indonesia adalah pendidikan berkualitas,” ujar Gugun.
Ia menambahkan, mahasiswa tidak semata-mata menjadi penerima manfaat pembangunan pendidikan, melainkan bagian penting dari investasi bangsa untuk menyiapkan masa depan Indonesia.
“Karena itu, mahasiswa hari ini bukan hanya penerima manfaat pendidikan, tetapi bagian dari investasi bangsa untuk masa depan,” lanjutnya.
Gugun menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional. Kampus, kata dia, tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga harus menjadi ruang pembentukan karakter, penguatan daya kritis, kepemimpinan, kreativitas, dan kepedulian sosial.
> “Kampus harus menjadi ruang yang melahirkan manusia yang tidak hanya pintar, tetapi juga punya karakter, punya kepedulian, dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat. Di situlah pendidikan menjadi kekuatan pembangunan,” katanya.
## Pesantren dan Tantangan Zaman
Gugun juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan bagi mahasiswa yang tumbuh dari lingkungan pesantren. Menurutnya, pesantren memiliki tradisi keilmuan, nilai moral, dan karakter yang merupakan modal besar bagi pembangunan Indonesia.
Karena itu, tradisi tersebut perlu terus dikembangkan dan dipadukan dengan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan, serta kemampuan kepemimpinan agar lulusan pesantren mampu menjawab tantangan masa depan.
“Kementerian Agama terus mendorong agar mahasiswa dan santri memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan kapasitas akademik, keterampilan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Gugun.
Ia mengajak para santri dan mahasiswa dari lingkungan pesantren untuk tidak minder dalam menghadapi persaingan.
> “Santri dan mahasiswa dari lingkungan pesantren harus percaya diri. Mereka punya modal keilmuan, tradisi, dan karakter yang kuat. Tinggal bagaimana modal itu dikembangkan agar bisa menjawab kebutuhan zaman dan memberikan kontribusi lebih luas bagi Indonesia.”
## Wisudawan Diminta Jadi Agen Perubahan
Di hadapan para wisudawan IAI Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur, Gugun berpesan agar gelar akademik yang diperoleh tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi.
Para lulusan, menurutnya, harus mampu membawa ilmu yang diperoleh di kampus untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.
“Indonesia membutuhkan orang-orang terdidik yang tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga mau mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Itulah makna pendidikan sebagai investasi masa depan,” tandas Gugun.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kualitas pendidikan dan kualitas manusia merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkarakter.


