Pemimpinmasadepan.news – Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. H. Gugun Gumilar, M.H., Ph.D., mendorong generasi muda Indonesia, khususnya lulusan terbaik perguruan tinggi, untuk berani memperluas pengalaman, kompetensi, dan jejaring hingga tingkat global.
Pesan tersebut disampaikan Gugun dalam orasi wisuda. Ia menekankan pentingnya generasi muda keluar dari zona nyaman dan berani memasuki pasar internasional dengan mengedepankan kompetensi dan prinsip meritokrasi.
“Jangan jago kandang. Kalian pergi ke luar negeri, harumkan nama bangsa Indonesia, lalu kembali untuk membangun negeri,” ujar Gugun.
Gugun juga menyampaikan gagasan pengiriman 10 wisudawan terbaik ke Amerika Serikat dan Eropa melalui skema pendanaan non-APBN, termasuk peluang melalui LPDP dan BIB, dengan menekankan pentingnya kemampuan bahasa Inggris serta jejaring internasional.
Menurutnya, investasi terbaik untuk masa depan Indonesia adalah investasi pada manusia. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dan perluasan akses generasi muda terhadap pendidikan global menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
Ia turut mendorong penguatan program pendidikan dan beasiswa bagi generasi muda, termasuk Sekolah Garuda, Sekolah Rakyat, dan Beasiswa Garuda untuk membuka kesempatan belajar di kampus-kampus global.
Dalam konteks Kementerian Agama, Gugun menegaskan pentingnya pendidikan berkualitas yang berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai kerukunan dan kehidupan beragama yang harmonis.
Gugun juga mengajak masyarakat memberikan kritik dan masukan yang konstruktif kepada pemerintah sebagai bagian dari upaya mendorong pemerintahan agar terus bergerak maju.
“Kalau kita ingin melihat generasi Indonesia maju di masa depan, investasi terbaiknya adalah investasi pada manusia.”
Pesan tersebut menegaskan bahwa generasi muda Indonesia tidak cukup hanya unggul di tingkat nasional, tetapi harus berani go global, memiliki kompetensi dan jejaring internasional, serta kembali memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.


