JAKARTA, 26 Juli 2026 – Partai Berkarya Nusantara secara resmi mengumumkan pergantian namanya menjadi Partai Berkarya Nasional. Perubahan nama ini dilakukan untuk memperkuat komitmen dan menyatukan dukungan penuh terhadap program Astacita yang diusung oleh pemerintahan Prabowo-Gibran. Neneng A Tutty, selaku Pendiri sekaligus Ketua Umum Relawan Berkarya Nasional, menyatakan bahwa langkah ini merupakan wujud kesinambungan perjuangan. Perlu diketahui, organisasi masyarakat (ormas) Relawan Berkarya Nasional telah memberikan kontribusi signifikan dalam memenangkan pasangan Prabowo-Gibran pada Pemilihan Umum tahun 2024 lalu, dengan berhasil mengantarkan lebih dari enam juta suara dari seluruh penjuru Tanah Air.
Brigjen TNI (Purn) Achmad Said, Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Nasional, menyampaikan bahwa perubahan nama ini juga diikuti dengan konsolidasi organisasi secara menyeluruh.
“kami sedang dalam proses mengakomodasi Dewan Pimpinan Daerah, Dewan Pimpinan Cabang, pengurus cabang, dan pengurus anak daerah untuk kami kirimkan ke Dewan Pimpinan Pusat. Selanjutnya, kami akan melegalkannya ke Kementerian Hukum dan HAM sehingga kami mendapatkan akta hukum yang sah untuk Partai Berkarya Nasional ini,” ujar Brigjen TNI (Purn) Achmad Said.
Beliau menambahkan bahwa anggota Partai Berkarya Nasional berasal dari Relawan Berkarya Nasional serta berbagai ormas yang peduli akan kesejahteraan rakyat dan, khususnya, peduli akan kestabilan politik dan ekonomi. Neneng A Tutty juga menyoroti pentingnya keterlibatan partai dalam memajukan bangsa.
“dengan konsolidasi ini, kami berkomitmen untuk lebih solid dalam mengawal dan menyukseskan seluruh program Astacita Prabowo-Gibran, kami ingin menjadi bagian aktif dalam menciptakan stabilitas politik dan ekonomi, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Salah satu Pendiri sekaligus Ketua Harian Partai Berkarya Nasional, Robin Gultom, juga menegaskan bahwa Partai Berkarya Nasional akan mengimplementasikan ruh atau nilai-nilai luhur Trilogi Pembangunan dan Trisakti. Hal ini dilakukan dalam mengawal secara penuh kemajuan dan keberhasilan seluruh agenda Astacita Prabowo-Gibran untuk Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.


