BANYUMAS, JAWA TENGAH — Berawal dari status darurat sampah tahun 2018, Kabupaten Banyumas kini menjadi percontohan pengelolaan sampah terbaik di Indonesia bahkan Asia Tenggara. Dengan luas 1.328 km² dan penduduk sekitar 1,7 juta jiwa, Banyumas dulu menghasilkan 450 ton sampah per hari akibat kepadatan penduduk, rendahnya kesadaran, dan minim fasilitas.
Klik Tulisan Ini Untuk Melihat Video Pengolahan Sampah Di Banyumas
Di bawah arahan Bupati Ir. Ahmad Husein, pemkab membangun 29 TPST, meluncurkan aplikasi Jack Nyong dan Salinmas, sehingga kini 98% sampah berhasil diolah dan tak lagi membutuhkan TPA. Sampah disulap menjadi produk bernilai jual tinggi, membawa penghargaan tingkat Asia serta kepercayaan sebagai tuan rumah program SGAC (Smart Green Asian Cities).
Mendukung keberlanjutan program tersebut, Ira Sudirah pemasar independen sekaligus pengusaha menyatakan komitmennya untuk memasarkan mesin dan sinergi dengan pihak lainnya:
“SAYA BERKOMITMEN MEMBANGUN SINERGI DENGAN PIHAK TERKAIT, TERMASUK PERUSDA DAN BUMD, AGAR PENGELOLAAN SAMPAH DI PROVINSI ATAU KABUPATEN LAIN DISELURUH INDONESIA, DAPAT BERJALAN LEBIH OPTIMAL DALAM PENANGGULANGAN SAMPAH NYA, EFISIEN, DAN BERKELANJUTAN.”
Kolaborasi ini diharapkan memperkuat rantai pasok alat pengolahan serta memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat luas.


