MATARAM 5/11/2026 — Kesiapan koperasi dan kemampuan pengelolaan menjadi penentu kelayakan calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2027 di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan bahwa ketersediaan lahan saja tidak cukup — koperasi harus terbukti mampu mengelola fasilitas setelah proyek selesai.
KKP menyiapkan 112 peserta untuk melaksanakan survei dan verifikasi calon lokasi di NTB, bagian dari pembekalan nasional yang berlangsung serentak di 37 provinsi pada 26–30 Oktober 2026. Pembekalan nasional dibuka oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, dengan dihadiri Ketua Satgas KNMP, Mohamad Abdi Suhufan.
Tenaga Ahli Analisis Data dan Penilaian Satgas KNMP, Haerul, memberikan arahan di Mataram mengenai perlunya memeriksa kesiapan koperasi sejak tahap awal. Koperasi tidak sekadar ada di atas kertas, tetapi harus mampu menjalankan fungsi pengelolaan secara nyata setelah fasilitas diserahkan.
Penilaian juga mencakup ketersediaan lahan beserta kepastian status hukumnya. Selain itu, tim memeriksa dukungan infrastruktur seperti listrik, air bersih, jalan, dan akses transportasi. Penerimaan masyarakat serta dukungan pemerintah kabupaten dan desa turut menjadi faktor yang ikut menentukan kelayakan suatu lokasi.
Perhatian terhadap aspek pengelolaan penting karena KNMP tidak berhenti pada pembangunan fisik. Sejumlah fasilitas yang akan dibangun antara lain cold storage, pabrik es, dan SPBUN. Semua fasilitas tersebut membutuhkan pengelolaan yang agar jasanya dapat dimanfaatkan nelayan secara berkelanjutan.
Dalam skema program, pemerintah daerah menyiapkan lahan, KKP membangun fasilitas, dan setelah selesai diserahkan kepada koperasi untuk dikelola. Oleh karena itu, kematangan kelembagaan, kemampuan berwirausaha, dan dukungan masyarakat perlu menjadi syarat utama sebelum infrastruktur dibangun.
Hasil survei dari NTB selanjutnya disampaikan kepada Satgas KNMP di tingkat pusat untuk menjadi bahan penyusunan rekomendasi. Melalui pemeriksaan yang menyeluruh, KKP berupaya memastikan bahwa calon lokasi yang dipilih tidak hanya memiliki lahan, tetapi juga masyarakat dan koperasi yang siap menjaga infrastruktur agar bermanfaat jangka panjang


