KOBE, 27 April 2026 – Kami menyambut dengan sangat positif dan antusias peluncuran inisiatif pendidikan terobosan “Sekolah Maung (Manusia Unggul)” yang digagas oleh Kang Dedi Mulyadi (KDM) untuk Provinsi Jawa Barat. Program yang akan mulai berjalan pada Tahun Ajaran 2026/2027 ini merupakan langkah maju yang visioner dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dihubungi melalui selular, Dr. Eng. Jumiarti Agus
Presiden Internasional ACIKITA Foundation & Presiden ACIKITA University, memberikan tanggapan terkait Sekolah Maung “Kami melihat bahwa visi Sekolah Maung sangat sejalan dengan misi yang selama ini diusung oleh ACIKITA Foundation, yaitu memajukan Indonesia melalui pendidikan yang mencetak generasi Habibie untuk masa depan bangsa, definisinya adalah generasi yang mempunyai moral yang baik, potensi diri/ keahlian unik dan spesifik, serta peduli dan cinta Indonesia”, ucapnya.
“Konsep ‘Manusia Unggul’ yang memadukan keunggulan akademik dan non-akademik adalah kunci untuk bersaing di era globalisasi international”, tambahnya.
“Indonesia adalah negara kaya raya yang diciptakan Allah, Indonesia mempunyai sumber daya alam yang sungguh sangat berlimpah, tapi manusianya banyak yang korupsi, korupsi adalah musuh untuk kemajuan bangsa dan negara. Jepang adalah negara miskin, tidak ada hal apapun di negaranya, kecuali ikan di laut, tapi manusianya mempunyai moral yang baik, keahlian unik dan spesifik, pemimpin adalah pelayan untuk kemajuan ummatnya dan seluruh orang asing yang bermukim di negaranya.”
Apa yang berbeda antara Indonesia dan Jepang? Jawabannya adalah sistem pendidikannya, mereka menanamkan moral sejak dini dengan metode action di mana guru menjadi teladan moral untuk para anak didiknya. Poin kedua adalah, mereka betul-betul menggali semua potensi anak sejak usia dini, anak-anak betul-betul dieksplorasi kemampuan berkarya dan menciptanya sejak dini. Sehingga saat dewasa mereka punya moral yang baik, dan potensi diri yang unik dan spesifik, yang mengantarkan mereka berkarya dan berjibaku pada bidang yang mereka sukai. Nah konsep Pendidikan seperti ini, tidak banyak pakar atau ahli dari Indonesia, memahaminya.
Jadi kalau memang Kang Dedi Mulyadi ingin meluncurkan sekolah Maung, kami di ACIKITA Internasional, sekretariat Kobe Jepang, sangat support program brilliant ini, karena “Pendidikan adalah akar kemajuan bangsa. Bangsa yang maju adalah bangsa yang mempunyai sistem Pendidikan yang lebih baik.” Hal ini sangat sesuai dengan motto kami di ACIKITA, “Berjuang bersama membangun bangsa, melalui perjuangan pada bidang Pendidikan mari kita memutus rantai masalah bangsa.”
Jadi hal apapun masalah yang terjadi di tanah air kita, insyaAllah akan bisa terselesaikan kalua bangsa besar ini memperbaiki sitem Pendidikan yang di jalankan di Republik ini. Dan kami di ACIKITA punya design sistem Pendidikan untuk Indonesia. Hal ini sudah kami sampaikan pada saat ACIKITA diundang hadir di rapat terbatas Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden) tahun 2010 dan 2011, baik untuk bidang Pendidikan (saat itu Ketuanya adalah Prof Meuthia Hatta) maupun untuk bidang agama (saat itu Ketuanya adalah Bapak Prof. Ma’aruf Amin). Namun sangat disayangkan, tidak ada yang menggubris, hal yang disampaikan oleh kami di forum Wantimpres tersebut. Andaikan usulan yang disampaikan tersebut diterima, dan di jalankan di Indonesia, 15 tahun sudah berjalan, maka sudah significant kemajuan Indonesia, pada saat ini.
ACIKITA Foundation
Sebagai organisasi yang didirikan oleh anak bangsa sejak tahun 2006, mereka adalah akademisi dan professional yang berkarya di Tokyo Institute of Technology, Jepang. Saat ini berbasis di Kobe, Jepang. ACIKITA Foundation memiliki komitmen kuat untuk mendidik dan merekomendasikan para pelajar Indonesia ke universitas di Jepang, baik untuk S1, S2, dan S3. ACIKITA punya banyak kerjasama dengan institusi Pendidikan di Jepang, mulai dari Pendidikan dini, dasar, menengah hingga perguruan tinggi. Khusus untuk murid di sekolah ACIKITA, mereka malah sejak SD sudah mengikuti pertukaran pelajar di sekolah Jepang, sebetulnya kegiatan ini terbuka untuk seluruh pelajar Indonesia dari daerah manapun. ACIKITA juga aktif mengadakan kegiatan interenship dan visit sistem Pendidikan, untuk para pemilik Yayasan, pemilik sekolah, kepala sekolah dan guru. Di bidang Pendidikan tinggi ACIKITA juga mengirim para mahasiswa Indonesia ke lab lab prof di Jepang untuk menjalani riset tugas akhir di universitas di Jepang, dengan demikian kualitas penelitian mahasiswa Indonesia setara dengan mahasiswa Jepang. Hal lain, ACIKITA sangat aktif menjembatani kerja sama pendidikan dan riset antara universitas Indonesia dan universitas di Jepang.
“Kami percaya bahwa program seperti Sekolah Maung akan melahirkan pemimpin dan profesional masa depan yang handal. Kami siap mendukung upaya-upaya kolaboratif yang bertujuan mencetak ‘Manusia Unggul’ yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moral dan keahlian spesifik dan mumpuni untuk kemajuan bangsa. Kami dari ACIKITA Internasional mengundang Bapak Dedi Mulyadi ke Jepang, agar melihat langsung sekolah milik pemerintah mulai dari prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah (SMP dan SMA) dan universitas yang ada disini, sehingga punya konsep yang jelas dalam menjalankan sistem Pendidikan di sekolah Maung” tambah Dr. Eng. Jumiarti Agus, seraya menutup pembicaraan.
Kami berharap program Sekolah Maung dapat berjalan lancar dan menjadi contoh sukses untuk sistem Pendidikan di Indonesia, dalam upaya mencetak generasi untuk masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik. Aamiin YRA.
Humas ACIKITA Foundation
Kobe, Jepang & Indonesia



