JAKARTA – Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional, Lingkaran Mahasiswa Islam (LMI) resmi meluncurkan program intelektual bertajuk “LMI Critical Forum”, sebagai upaya membangun kesadaran kritis generasi muda di tengah tantangan era digital.
Program ini menjadi ruang diskusi strategis berbasis episode yang dirancang untuk mengkaji berbagai isu aktual secara mendalam, terbuka, dan solutif. LMI menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar kegiatan diskusi biasa, tetapi merupakan bagian dari gerakan membangun tradisi intelektual di kalangan mahasiswa dan masyarakat.
Sebagai langkah awal, LMI akan menggelar diskusi perdana (Episode 1) dengan mengangkat tema“Keamanan Siber di Era Digital: Bagaimana Anak Muda Bersikap?”
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada: Sabtu, 2 Mei 2026 yang bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Menariknya, pada episode pertama ini, peserta dibatasi hanya 20 orang, guna menciptakan suasana diskusi yang lebih fokus, interaktif, dan mendalam.
Pihak LMI menyampaikan bahwa pembatasan ini merupakan bagian dari strategi untuk menjaga kualitas dialog, sekaligus memastikan setiap peserta dapat berkontribusi aktif dalam forum.
“Kami ingin membangun ruang diskusi yang tidak hanya ramai, tetapi juga berkualitas. Dari ruang kecil inilah diharapkan lahir gagasan besar,” ujar perwakilan LMI.
Melalui LMI Critical Forum, organisasi ini berkomitmen untuk menghadirkan narasumber-narasumber penting dari berbagai latar belakang, serta mendorong lahirnya pemikiran kritis yang relevan dengan perkembangan zaman.
Ke depan, seluruh rangkaian diskusi ini juga akan disebarluaskan melalui platform media sosial resmi LMI, sehingga dapat menjangkau audiens yang lebih luas di seluruh Indonesia.
Peluncuran program ini menjadi bentuk refleksi LMI dalam memaknai Hari Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan hari ini tidak cukup hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga harus mampu membentuk karakter berpikir kritis, sadar, dan bertanggung jawab.


