Pemimpinmasadepan.news – Puluhan investor dan pengelola Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) wilayah 3T dan daerah terpencil menggelar aksi duduk damai di depan sebuah gedung pemerintahan di Jakarta, Kamis (23/7). Mereka menuntut pengembalian investasi yang telah dikeluarkan untuk pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aksi tersebut dilakukan oleh anggota Asosiasi Pangan Gizi Indonesia Wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (APGI 3T). Para peserta aksi mengenakan kaus putih bertuliskan “Kembalikan Uang Kami SPPG Terpencil, Kami Rakyat Jangan Jadi Korban.” Mereka duduk di halaman gedung sambil membawa karangan bunga yang ditujukan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru.
Ketua Umum APGI 3T, Herwil Junaidi Harefa, menyatakan bahwa aksi ini dilakukan secara damai. Menurutnya, para investor datang dengan niat baik untuk menyambut kepemimpinan baru di BGN, namun akses untuk berdialog ditolak.
“Kami datang dengan itikad baik. Kami adalah mitra pemerintah yang memiliki perjanjian kerja sama. Namun gerbang ditutup dan kami tidak diberi kesempatan berdialog. Kami bukan meminta-minta, kami hanya menuntut hak kami yang sah,” ujar Herwil.
Perjuangan Hampir Delapan Bulan
Para investor mengaku telah berjuang selama hampir delapan bulan di Jakarta. Selama periode tersebut, mereka menanggung beban utang yang besar, kehilangan waktu bersama keluarga, dan bahkan ada di antara mereka yang meninggal dunia akibat tekanan

Mereka menilai perubahan kebijakan dan ketidakpastian operasional SPPG Terpencil telah menyebabkan kerugian finansial yang signifikan. Sejumlah investor mengaku malu untuk pulang ke daerah asal karena belum bisa mengembalikan modal yang telah ditanamkan.
“Kami memperjuangkan hak sebagai mitra negara, bukan meminta belas kasihan. Jika negara tidak mampu melindungi hak warga yang telah berinvestasi untuk program nasional, lalu kepada siapa lagi kami harus mengadu?” kata Herwil.
Menyambut Kepala BGN Baru
Aksi ini berlangsung sehari setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Meskipun membawa karangan bunga ucapan selamat kepada Kepala BGN yang baru, para demonstran menyatakan bahwa mereka berharap adanya ruang dialog yang lebih terbuka di bawah kepemimpinan baru. Hingga Kamis sore, belum ada respons resmi dari pihak BGN terkait tuntutan para investor.
Tuntutan APGI 3T
Dalam pernyataannya, APGI 3T menyampaikan tiga tuntutan utama:
1. Pembukaan dialog secara langsung antara perwakilan investor dengan Kepala BGN.
2. Pembentukan Satgas Khusus 3T dan Terpencil yang melibatkan perwakilan mitra.
3. Pemulihan hak-hak investor secara adil dan transparan sesuai perjanjian yang telah disepakati.
APGI 3T menyatakan akan terus menjaga aksi secara damai dan kompak. Organisasi ini mengklaim mewakili ribuan investor yang mengelola puluhan ribu dapur SPPG di wilayah 3T dan daerah terpencil di seluruh Indonesia.
“Kami akan terus menyuarakan harapan dari desa-desa terpencil, pegunungan, dan pulau-pulau terluar. Perjuangan ini bukan hanya untuk kami, tetapi juga untuk anak-anak Indonesia di daerah yang selama ini sulit dijangkau,” tutup pernyataan APGI 3T.


