Pramono Anung Melihat FBO Berpotensi Menjadi Daya Tarik Tourism Jakarta
JAKARTA — Dukungan terhadap pengembangan olahraga profesional, pembinaan karakter generasi muda, semangat bela negara, sport tourism, diplomasi olahraga, serta penguatan profesionalisme di bidang hukum mendapat energi baru dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Freestyle Boxing Organization (FBO) Indonesia sekaligus Presiden Anak Bangsa Sejati (ABS), Ferdinand Weimar DJ, usai melakukan pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo di Kantor Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Balai Kota, Selasa (9/09/2026).
Menurut Ferdinand, pertemuan tersebut membahas berbagai potensi kolaborasi dan pengembangan kegiatan positif yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Jakarta maupun Indonesia.
Ferdinand menyampaikan bahwa Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memberikan dukungan terhadap kiprah FBO Indonesia, termasuk pengembangan ABS Law Firm dan FBO Law Firm.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Bapak Gubernur Pramono Anung terhadap FBO Indonesia, ABS Law Firm dan FBO Law Firm. Bagi kami, dukungan ini bukan sekadar dukungan terhadap sebuah organisasi, tetapi merupakan bentuk kepercayaan terhadap semangat positif yang sedang kami bangun untuk masyarakat dan bangsa Indonesia,” ujar Ferdinand Weimar DJ.
Lebih jauh Ferdinand menjelaskan, FBO Indonesia dibangun bukan semata-mata sebagai organisasi olahraga tarung, tetapi sebagai wadah pembinaan karakter, sportivitas, disiplin, ketangguhan dan semangat bela negara.
Menurutnya, olahraga memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang memiliki mental kuat, disiplin, bertanggung jawab, menghormati aturan serta memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan negara.
“Kami melihat sport bukan hanya soal menang dan kalah. Di dalam olahraga ada disiplin, keberanian, ketangguhan, kepatuhan terhadap aturan, sportivitas dan penghormatan kepada sesama. Nilai-nilai itulah yang menurut kami sangat dekat dengan semangat bela negara,” ujarnya.
“Karena itu, FBO Indonesia ingin menjadi wadah pembinaan karakter dan sportivitas sekaligus menumbuhkan semangat bela negara melalui olahraga. Bela negara tidak selalu harus dimaknai dalam bentuk yang konvensional. Membangun generasi yang sehat, disiplin, berkarakter, berprestasi dan mencintai bangsanya juga merupakan bagian dari kontribusi terhadap negara,” lanjut Ferdinand.
Dengan perspektif tersebut, FBO Indonesia menempatkan olahraga sebagai instrumen positif untuk membangun manusia Indonesia yang tangguh sekaligus mampu berinteraksi secara sportif dengan masyarakat dan bangsa lain.
Dalam pertemuan tersebut, kata Ferdinand, juga dibahas mengenai program tourism atau pariwisata yang menjadi salah satu perhatian penting Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Ferdinand mengungkapkan bahwa Gubernur Pramono Anung melihat keberadaan dan kegiatan FBO memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu daya tarik tourism, khususnya melalui penyelenggaraan event olahraga bertaraf nasional maupun internasional.
“Pak Gubernur melihat kehadiran FBO ini memiliki potensi menjadi daya tarik tourism. Ini sangat menarik bagi kami, karena event olahraga internasional seperti freestyle boxing bukan hanya menghadirkan pertandingan, tetapi juga dapat mendatangkan atlet, official, komunitas, keluarga dan masyarakat dari berbagai daerah bahkan dari negara lain,” ujar Ferdinand.
“Artinya, olahraga bisa bergerak menjadi bagian dari ekosistem pariwisata. Orang datang bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga untuk menikmati Jakarta, mengenal budaya, kuliner, destinasi dan berbagai potensi yang ada. Ini yang kami tangkap sebagai peluang besar dari pertemuan dengan Pak Gubernur,” lanjutnya.
Menurut Ferdinand, konsep tersebut membuka peluang bagi FBO Indonesia untuk mengembangkan sport tourism sebagai bagian dari kegiatan olahraga internasional.
Event FBO dapat memberikan multiplier effect terhadap berbagai sektor, mulai dari olahraga, UMKM, ekonomi kreatif, hotel, restoran, transportasi hingga promosi destinasi wisata.
“Kami melihat ini bukan hanya tentang freestyle boxing. Kalau dikemas dengan baik, event internasional FBO dapat menjadi sporting tourism. Atlet dan delegasi datang ke Indonesia, bertanding, kemudian mereka mengenal Jakarta dan Indonesia. Ini tentu menjadi promosi yang sangat positif,” kata Ferdinand.
Sport, Tourism dan Diplomasi Antarbangsa
Ferdinand menilai gagasan tersebut sejalan dengan semangat FBO Indonesia yang sejak awal ingin menjadikan olahraga sebagai jembatan persahabatan dan diplomasi antarbangsa
Olahraga memiliki bahasa universal. Di dalam ring terdapat aturan yang harus dihormati, lawan yang harus dihargai dan sportivitas yang harus dijunjung tinggi.
Karena itu, FBO Indonesia ingin mengembangkan konsep yang mempertemukan sport, tourism, budaya dan diplomasi dalam satu kegiatan yang membawa nama Indonesia ke dunia internasional.
“Kami ingin FBO Indonesia bukan hanya dikenal karena pertandingannya, tetapi juga karena nilai yang dibawanya. Ada sportivitas, persahabatan, budaya, tourism dan diplomasi. Semua itu dapat menjadi satu kesatuan yang memberikan manfaat bagi bangsa,” ujar Ferdinand.
“DUEL” Indonesia–Timor Leste
Salah satu momentum penting adalah keberhasilan FBO Indonesia menyelenggarakan Exhibition Fight International Freestyle Boxing bertajuk “DUEL”, yang mempertemukan petarung Indonesia dan Timor Leste digelar di Solo.
Ajang internasional tersebut menjadi momentum strategis bagi FBO Indonesia untuk mempertegas eksistensinya sebagai organisasi olahraga profesional yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas, persahabatan lintas negara serta diplomasi budaya melalui olahraga tarung modern yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Ferdinand menegaskan, “Exhibition Fight hari ini adalah pesan terbuka bahwa olahraga merupakan bahasa persatuan.
FBO Indonesia ingin menunjukkan bahwa freestyle boxing bukan hanya soal adu teknik dan kekuatan, tetapi tentang kehormatan, disiplin, dan saling menghormati antarbangsa.”
Pengalaman tersebut menjadi pijakan bagi FBO Indonesia untuk terus mengembangkan event internasional yang memiliki dampak lebih luas, termasuk potensi pengembangan sport tourism.
Sejalan dengan perkembangan organisasi, FBO Indonesia juga memperluas kiprahnya ke bidang hukum.
Ferdinand Weimar DJ memperkenalkan FBO Law Firm dan ABS Law Firm sebagai bagian dari pengembangan profesionalisme dan pengabdian di bidang hukum.
Menurut Ferdinand, ekspansi tersebut bukan sekadar penambahan bidang kegiatan, melainkan upaya membangun ekosistem profesional yang memiliki nilai dan manfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin olahraga melahirkan karakter, sementara hukum memberikan ruang untuk menjaga keadilan, kepastian dan kehormatan. Keduanya memang berbeda bidang, tetapi memiliki satu nilai yang sama, yaitu disiplin terhadap aturan dan menjunjung tinggi integritas,” kata Ferdinand.
Kehadiran ABS Law Firm dan FBO Law Firm diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, khususnya dalam bidang advokasi, konsultasi hukum, pendidikan hukum serta berbagai kegiatan profesional yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ferdinand menilai dukungan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memberikan energi positif bagi FBO Indonesia dan seluruh jajaran yang berada dalam ekosistem ABS maupun FBO Law Firm.
Jakarta sebagai pusat pemerintahan, bisnis, olahraga dan pergaulan internasional memiliki posisi strategis untuk menjadi ruang berkembangnya kegiatan-kegiatan positif yang memiliki dimensi nasional maupun internasional.
“Kami melihat Jakarta bukan hanya sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, tetapi juga sebagai etalase Indonesia. Karena itu, kami ingin menghadirkan kegiatan yang membawa nama Indonesia dengan cara yang positif melalui sport, tourism, budaya, profesionalisme, persahabatan dan kerja nyata,” ujar Ferdinand.
Ia menambahkan, FBO siap berkolaborasi dalam menghadirkan kegiatan olahraga internasional yang dapat memperkuat citra Jakarta sekaligus memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
“Kalau olahraga, tourism dan budaya bisa kita satukan, saya kira dampaknya akan sangat besar. FBO siap mengambil bagian dalam gagasan tersebut, tentu dengan tetap menjaga profesionalisme dan aturan yang berlaku,” tegas Ferdinand.
FBO: Sport, Bela Negara dan Tourism dalam Satu Gerakan Positif
FBO Indonesia ingin membangun paradigma bahwa organisasi olahraga dapat memiliki kontribusi lebih luas terhadap bangsa.
FBO Indonesia sebagai wadah pembinaan karakter, sportivitas dan semangat bela negara, sekaligus penggerak sport tourism serta diplomasi antarbangsa, menjadi arah besar yang ingin terus dikembangkan.
Prestasi olahraga tetap menjadi tujuan, namun nilai-nilai seperti disiplin, keberanian, ketangguhan, penghormatan terhadap lawan, persahabatan dan kecintaan kepada bangsa merupakan fondasi yang tidak kalah penting.
Dalam perspektif yang lebih luas, event olahraga internasional dapat menjadi etalase Indonesia di mata dunia.
Ketika atlet dan delegasi asing datang ke Indonesia, mereka bukan hanya menyaksikan pertandingan, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat, mengenal budaya, menikmati kuliner serta melihat berbagai destinasi wisata.
Di titik inilah FBO melihat peluang besar untuk membangun konsep sport tourism yang terintegrasi dengan promosi budaya dan ekonomi kreatif.
Dengan dukungan Gubernur DKI Jakarta, Ferdinand berharap FBO Indonesia bersama ABS Law Firm dan FBO Law Firm dapat terus memperluas kerja sama dan menghadirkan program-program konstruktif.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan Pak Gubernur. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik, lebih profesional dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Kami ingin membuktikan bahwa organisasi dapat tumbuh dengan membawa nama baik Indonesia, sekaligus ikut berkontribusi terhadap olahraga, bela negara, tourism, hukum, ekonomi kreatif dan persahabatan antarbangsa,” tutup Ferdinand.
Pertemuan di Balai Kota DKI Jakarta tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara olahraga, bela negara, pariwisata, profesionalisme hukum, pembinaan generasi muda, budaya dan diplomasi antarbangsa.
Sebab sejatinya, olahraga bukan hanya tentang siapa yang menang di atas ring. Olahraga adalah tentang bagaimana membentuk manusia yang tangguh, menjunjung kehormatan, mencintai bangsa, menghormati sesama, sekaligus mampu membawa nama Indonesia semakin dikenal dunia.


