JAKARTA, 12/09/2026 — Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) sukses besar menggelar Kejuaraan Tinju Profesional “Sabuk Emas Kapolri 2026” yang dikemas dalam konsep FTPI Ultimate Clash — Era Prestasi Indonesia Emas. Gelaran megah ini berlangsung pada Jumat, 11 September 2026, pukul 20.00 WIB di Auditorium Studio Bung Karno, LPP TVRI, Senayan, Jakarta, dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia dan disiarkan langsung oleh TVRI Pusat.

Kejuaraan ini tak hanya menjadi ajang kompetisi, namun sekaligus menjadi wadah pembinaan atlet tinju tanah air untuk terus mengasah kemampuan, mental bertanding, dan sportivitas menuju level yang lebih tinggi. Malam final menyajikan empat partai bertanding, di mana tiga partai penentuan sekaligus perebutan Sabuk Emas Kapolri 2026, ditutup dengan laga spesial Best Boxer.
Klik Tulisan Ini Untuk Menonton Liputan Eksklusive Pemimpin Masa Depan News
PARTAI PERTAMA — KELAS SUPER MIDDLEWEIGHT 76,204 KG

Partai pembuka kelas menengah 76,204 kg menyajikan pertarungan sengit antara Carlos Obisuru (peringkat 2 nasional) melawan Rudy Key (peringkat 1 nasional). Setelah melewati empat ronde penuh jual beli pukulan, Carlos dinyatakan menang melalui Unanimous Decision dengan skor mutlak: 40-37, 40-36, dan 40-36.
Pertandingan berlangsung ketat sejak ronde pertama. Carlos dengan gaya Orthodox Boxer bermain terukur dan menjaga ritme, sementara Rudy Key dengan gaya Fighter Slugger terus menekan dengan agresivitas tinggi. Tidak ada yang berhasil menjatuhkan lawan hingga bel akhir berbunyi.
PARTAI KEDUA — KELAS FEATHERWEIGHT 57,153 KG

Partai kedua kelas bulu 57,153 kg mempertemukan Ade Jackson melawan Raimundus Noka Jr. Pertarungan berakhir sangat cepat — hanya di ronde pertama, Raimundus dinyatakan menang TKO.
KELAS WELTERWEIGHT 66,678 KG

Partai puncak malam itu adalah perebutan Sabuk Emas Kapolri 2026 kelas Welterweight 66,678 kg yang mempertemukan Pratu Tinus Logo melawan Reyhan Avatar. Setelah pertarungan penuh semangat dan sportivitas, Pratu Tinus Logo dinyatakan sebagai pemenang sekaligus peraih Sabuk Emas Kapolri 2026.

LAGA PENUTUP — PERTANDINGAN SPESIAL BEST BOXER

Malam kejuaraan ditutup dengan pertandingan spesial yang mempertemukan Mario Nahak melawan Bripda Alexander Siahaan. Setelah empat ronde penuh pertarungan yang seimbang dan menarik, dewan juri memutuskan hasil SERI / DRAW. Kedua petinju menunjukkan kualitas bertanding yang setara dan layak mendapat apresiasi.
Dalam doorstop wawancara Ketua Umum FTPI sekaligus Promotor Sabuk Emas KAPOLRI 2026 Neneng A. Tuty, S.H., mengatakan
“terimakasih untuk pertandingan hari ini saya bangga juga pusa, dan juga saya mengucapkan terimakasih untuk Bapak KAPOLRI Bapak Jenderal Listyo Sigit Prabowo, tentang apa yang disampaikan melalui pidato Bapak IRJEN POL Jawari yang sudah memberikan sambutan yang luar biasa kepada para petinju dan penonton”, ucap Neneng.
Neneng juga menambahkan “untuk kedepan kita akan segera mengakomodir memusatkan konsentrasi kepada Sabuk Emas Panglima TNI karena berhubung sebentar lagi akan HUT TNI, intinya semoga ke depannya dapat berlanjut terus sehingga memperluas ruang generasi muda agar semakin aktif di dunia tinju, oh ya saya juga ucapkan terima kasih kepada Direktur Utama TVRI dan tim atas dukungannya.” pumgkasnya.
Sementara Co-Promotor Yance Rahayaan, S.Sos., menjelaskan filosofi Ultimate Clash “ultimate Clash adalah filosofi puncak perjuangan, maka dari itu tujuannya adalah memotivasi petinju untuk naik dari eliminasi nasional menuju level dunia” tegasnya.
Selaras dengan yang disampaikan Yance Ketua Panitia Cosmas E. Refra, S.H., M.H., menegaskan kembali pernyataannya “bertandinglah berani, tetapi hormati lawan, karena juara sejati adalah yang disiplin dan berintegritas” ucapnya.
Cosmas Refra juga menegaskan bahwa pertandingan tinju seperti ini akan terus diadakan. Hal ini merupakan jurus jitu merangsang generasi muda untuk menyukai dan meminati olahraga tinju, sekaligus melahirkan bibit-bibit unggul petinju masa depan Indonesia.

ERA BARU TINJU PROFESIONAL INDONESIA
Dukungan penuh dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri), LPP TVRI, serta seluruh jajaran panitia dan tim pelaksana membuktikan bahwa Indonesia memiliki kapasitas besar menyelenggarakan kejuaraan tinju profesional berkualitas dunia. FTPI berencana menjadikan ajang ini agenda rutin, bahkan menyiapkan Sabuk Emas Panglima TNI di masa mendatang untuk terus menyaring bibit unggul petinju muda Indonesia.
FTPI Ultimate Clash 2026 bukan sekadar pertandingan tinju — ini adalah titik balik kebangkitan olahraga bela diri nasional, menuju panggung dunia. ·(Elhan Zakaria, C.JL., C.LWI.)


