Pemimpinmasadepan.news – Staf Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa dialog lintas agama merupakan fondasi utama dalam membangun perdamaian, memperkuat persaudaraan kemanusiaan, dan menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Asia.
Komitmen tersebut disampaikan usai menghadiri Plenary Assembly Federation of Asian Bishops’ Conferences (FABC) yang mengangkat tema “The Call to Synodal Conversion and the Mission to Be Bridges and Bridge-Builders in Asia.” Forum internasional tersebut mempertemukan para pemimpin agama, akademisi, dan tokoh masyarakat dari berbagai negara untuk memperkuat kolaborasi lintas iman dalam menjawab tantangan global.
Menurut Dr. Gugun Gumilar, dunia saat ini membutuhkan lebih banyak “pembangun jembatan” (bridge-builders), yakni tokoh-tokoh yang mampu menghadirkan ruang dialog, memperkuat rasa saling percaya, serta menjadikan keberagaman sebagai modal sosial dalam mewujudkan kehidupan yang damai.
“Perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh, melainkan kekuatan yang harus dikelola melalui dialog, penghormatan, dan kerja sama. Perdamaian sejati lahir ketika setiap orang mampu menghargai keyakinan orang lain tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai yang diyakininya,” ujar Dr. Gugun.
Ia menjelaskan bahwa tantangan dunia saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu kelompok maupun satu agama saja. Persoalan kemiskinan, ketimpangan pendidikan, krisis kemanusiaan, perubahan iklim, hingga konflik sosial memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas lintas agama.
Sebagai Staf Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. Gugun Gumilar menilai bahwa Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam mengelola keberagaman. Nilai toleransi, moderasi beragama, dan semangat gotong royong menjadi modal penting yang dapat terus diperkenalkan kepada masyarakat internasional sebagai praktik baik dalam membangun kehidupan yang rukun dan harmonis.
Ia juga menekankan bahwa agama harus menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya solusi, bukan pemicu perpecahan. Oleh karena itu, dialog lintas agama perlu terus diperkuat agar mampu melahirkan kolaborasi nyata dalam bidang pendidikan, kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, serta pembangunan perdamaian.
“Keberagaman adalah anugerah yang harus dijaga bersama. Ketika nilai-nilai agama diwujudkan melalui sikap rendah hati, kasih sayang, dan semangat melayani sesama, maka agama akan menjadi kekuatan besar dalam menciptakan dunia yang lebih damai, adil, dan bermartabat,” tegasnya.
Keikutsertaan Dr. H. Gugun Gumilar dalam forum internasional tersebut sekaligus menegaskan komitmen Kementerian Agama Republik Indonesia untuk terus memperkuat diplomasi kerukunan dan memperluas kerja sama lintas agama di tingkat global. Langkah ini sejalan dengan upaya Indonesia dalam membangun perdamaian dunia melalui pendekatan dialog, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman.
Melalui forum tersebut, Dr. Gugun berharap semakin banyak lahir kolaborasi strategis antarumat beragama di kawasan Asia yang mampu menjawab berbagai tantangan zaman serta memperkuat persaudaraan kemanusiaan lintas bangsa dan lintas keyakinan.
“Asia membutuhkan lebih banyak jembatan daripada tembok. Masa depan kawasan ini akan ditentukan oleh kemampuan kita membangun kepercayaan, memperkuat persaudaraan, dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan,” pungkas Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., Staf Menteri Agama Republik Indonesia.


