Pemimpinmasadepan.news – Institute of Democracy and Education (IDE) Indonesia bersama Pertamina Gas Negara menghadirkan program Sekolah Masa Depan di Madrasah Ibtidayiyah Sabilul Khairat, Tarakan, Kalimantan Utara, sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia melalui dukungan sarana pendidikan serta penguatan kapasitas pelajar (23/8). Tarakan, 23 Agustus 2026
Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas sekolah, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kapasitas siswa melalui kegiatan capacity building. Para pelajar diajak mengenali potensi diri, membangun growth mindset, memiliki keberanian untuk bermimpi, serta mengembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi sebagai bekal menghadapi masa depan.
Ketua IDE Indonesia Bidang Pemuda dan Sumber Daya Manusia, Ahmad Hashif Ulwan, mengatakan bahwa pendidikan masa depan harus memberikan ruang bagi setiap anak untuk mengenali dan mengembangkan potensinya.
> “Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Pendidikan tidak hanya tentang nilai akademik, tetapi juga bagaimana membantu anak mengenali dirinya, berani bermimpi, dan percaya bahwa kemampuannya dapat terus berkembang,” ujar Hashif.
Sementara itu, Ketua IDE Indonesia Bidang Sosial, Sheila Shakira, menekankan bahwa keberlanjutan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari lingkungan belajar yang layak dan mendukung perkembangan siswa.
> “Anak-anak membutuhkan ruang belajar yang nyaman, tetapi juga membutuhkan kesempatan untuk berkembang. Karena itu, dukungan fasilitas pendidikan dan pengembangan kapasitas siswa harus berjalan bersama,” kata Sheila.
Dalam program Sekolah Masa Depan, Pertamina Gas Negara memberikan dukungan sarana pendidikan bagi MI Sabilul Khairat berupa renovasi ruang kelas, meja dan kursi siswa, meja dan kursi guru, buku bacaan, fasilitas perpustakaan, serta papan tulis, di samping juga dukungan berupa kurikulum capacity building yang difasilitasi oleh IDE Indonesia.
Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari para guru dan perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Utara yang hadir dalam kegiatan. Mereka menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kontribusi Pertamina Gas Negara dalam mendukung kebutuhan pendidikan di MI Sabilul Khairat.
Program Director IDE Indonesia, Yudistira Mirhant, menyampaikan bahwa pendidikan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, tidak hanya melalui penyediaan fasilitas, tetapi juga melalui investasi pada kapasitas manusia.
> “Pendidikan bukan hanya tentang menyediakan ruang belajar, tetapi juga membangun manusia yang memiliki kapasitas dan kepercayaan diri untuk menghadapi masa depan. Karena itu, kolaborasi antara dunia usaha, sekolah, masyarakat, dan organisasi masyarakat sipil menjadi penting untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan,” ujar Yudistira.
Melalui program Sekolah Masa Depan, IDE Indonesia dan Pertamina Gas Negara berharap dukungan yang diberikan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi MI Sabilul Khairat dan para pelajarnya. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan di Tarakan, Kalimantan Utara.


