Pemimpinmasadepan.news – Komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan pendidikan keagamaan yang setara bagi seluruh umat kembali ditegaskan melalui peluncuran Program Studi Magister (S2) Pendidikan Agama Hindu oleh Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta.
Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Kerukunan, Pelayanan dan Pengawasan Keagamaan, serta Kerja Sama Luar Negeri, Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas lahirnya program studi tersebut. Menurutnya, kehadiran Program Magister Pendidikan Agama Hindu menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan, sekaligus memperkokoh semangat kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Gugun menegaskan bahwa Kementerian Agama terus menjalankan mandat Presiden RI Prabowo Subianto untuk menghadirkan pelayanan yang adil, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh umat beragama tanpa membedakan latar belakang agama maupun keyakinan.
“Peluncuran Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu merupakan bukti nyata bahwa negara hadir memberikan ruang yang sama bagi seluruh umat untuk memperoleh pendidikan keagamaan yang berkualitas. Ini bukan hanya tentang membuka program studi baru, tetapi juga membangun peradaban melalui pendidikan,” ujar Gugun.
Ia mengatakan, penguatan pendidikan keagamaan menjadi salah satu fondasi penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan, toleransi, dan semangat menjaga persatuan Indonesia.
Menurut Gugun, pembangunan sektor pendidikan keagamaan harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai moderasi beragama, dialog, dan penghormatan terhadap keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa.
“Kementerian Agama hadir untuk semua umat. Prinsip yang kami pegang adalah keadilan, kesetaraan, dan pelayanan yang sama bagi seluruh pemeluk agama. Negara harus memastikan setiap komunitas keagamaan memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mengawal proses lahirnya Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu hingga resmi dibuka. Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan keagamaan nasional.
Lebih lanjut, Gugun berharap kehadiran program tersebut mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, kepemimpinan, dan kemampuan menjawab tantangan zaman, sekaligus menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat yang majemuk.
“Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin, pendidik, dan intelektual yang mampu merawat kebinekaan. Pendidikan tinggi keagamaan memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang berpikiran terbuka, berintegritas, serta mampu memperkuat harmoni sosial menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Peluncuran Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu STAH Dharma Nusantara Jakarta menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia. Langkah tersebut sekaligus menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus membangun sistem pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era global.
Melalui kebijakan yang memberikan ruang yang sama bagi seluruh agama, Kementerian Agama berharap pendidikan keagamaan dapat menjadi instrumen penting dalam membangun persatuan, memperkuat kerukunan, serta mewujudkan Indonesia yang maju, harmonis, dan berdaya saing di tingkat dunia.


