Jakarta, Ketua Umum DPP RAMPAS SETIA 08 BERDAULAT, T. Helmy, menyampaikan keprihatinannya terhadap pernyataan tokoh nasional Amien Rais yang dinilai telah menyerang secara pribadi Presiden RI Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.
Dalam keterangannya kepada awak media, T. Helmy menilai pernyataan yang menyebut Letkol Teddy Indra Wijaya sebagai “gay” serta menyebut hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Seskab Teddy sebagai “hubungan offside” merupakan bentuk pernyataan yang tidak pantas disampaikan oleh seorang tokoh nasional sekaligus mantan Ketua MPR RI.
“Kami meminta kepada Pak Amien Rais agar berbahasa santun. Kita ini hidup di negara yang menjunjung tinggi etika dan adab. Sebagai tokoh nasional yang pernah menjadi pejabat negara dan Ketua MPR RI, seharusnya beliau memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” ujar T. Helmy.
Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi.
Namun kritik harus disampaikan secara bermartabat dan tidak menyerang ranah pribadi maupun kehormatan seseorang.
“Kalau ada yang tidak suka atau tidak setuju dengan program Presiden Prabowo, silakan disampaikan dengan cara yang baik dan terhormat. Jangan memfitnah, jangan menjelek-jelekkan pemimpin bangsa yang dipilih secara sah oleh rakyat Indonesia,” tegasnya.
T. Helmy juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan menghindari narasi yang dapat memicu kebencian maupun perpecahan di tengah masyarakat.
“Kita dikenal dunia sebagai bangsa yang santun. Mari bersama-sama membangun bangsa dan negara ini dengan semangat persatuan, bukan dengan saling menyerang atau menyebarkan kebencian,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa RAMPAS SETIA 08 BERDAULAT akan terus berada bersama rakyat dan mendukung pemerintahan yang sah demi menjaga stabilitas nasional dan keberlanjutan pembangunan Indonesia.
“Kami bersama rakyat dan pemerintah akan terus menjaga persatuan bangsa.
Jangan sampai perbedaan pandangan politik membuat kita terpecah belah,” tambah T. Helmy.


