Jakarta – Ketua Umum Relawan Nusantara, Muhamad Fauzi, menegaskan pentingnya membangun kembali kearifan lokal sebagai fondasi utama dalam mewujudkan kemakmuran, kesejahteraan, dan keadilan bagi bangsa Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Fauzi dalam wawancara bersama awak media di sela-sela acara deklarasi Relawan Nusantara untuk mendukung Tokoh Nasional Prof. DR. H. Tubagus Bahrudin SE, M.M., sebagai Presiden 2029 – 2034, yang dihadiri berbagai tokoh tokoh dan perwakilan media cetak maupun elektronik, Minggu (29/03/2026).
Dalam pernyataannya, Fauzi mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran para undangan dan media yang turut menyaksikan momentum yang ia sebut sebagai bagian dari sejarah baru bagi bangsa Indonesia.
“Ini bukan sekadar deklarasi, tetapi momentum untuk membangun kembali dasar kearifan lokal yang sudah lama dinantikan oleh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Ia menilai, nilai-nilai kearifan lokal merupakan pondasi penting yang mampu menghadirkan keadilan sosial serta kesejahteraan yang merata.
Menurutnya, bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu merangkul seluruh golongan tanpa memandang latar belakang.
Fauzi juga menyinggung ajaran para tokoh spiritual Nusantara, termasuk Sunan Ampel, yang menurutnya memiliki pesan mendalam tentang kebangkitan bangsa.
Ia mengutip nilai-nilai perjuangan yang mengajak masyarakat untuk bangkit dari keterpurukan dan kembali membangun negeri dengan semangat persatuan dan kasih sayang.
“Bangkitlah dari tidur panjang. Negeri ini adalah anugerah besar dengan kekayaan dan keindahan yang luar biasa. Kita harus mampu mengelolanya dengan bijak,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Fauzi menekankan pentingnya karakter kepemimpinan yang ia sebut sebagai “bocah angon”, yakni sosok yang mampu menggembalakan, merangkul, serta menjaga seluruh elemen masyarakat.rr
Menurutnya, pemimpin dengan karakter tersebut adalah figur yang mampu menciptakan kedamaian, mempererat persatuan, serta menghadirkan rasa keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa gerakan Relawan Nusantara terbuka bagi siapa saja dari berbagai kalangan, selama memiliki komitmen untuk membangun bangsa dengan semangat kebersamaan.
Di akhir pernyataannya, Fauzi menyampaikan bahwa momentum ini menjadi langkah awal dalam menghadirkan perubahan nyata bagi Indonesia, dengan menempatkan nilai-nilai kearifan lokal sebagai kekuatan utama dalam pembangunan nasional.


