Oleh: Naek Pangaribuan (Pendiri Media Portal Kriminal)
Awak turut senang dan bangga. Teman awak, Letjen TNI Kristomei Sianturi, baru saja dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis, 15 Oktober 2026, di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Begitu lihat foto pelantikan beliau, ingatan awak langsung kembali ke tahun 2017. Waktu itu beliau masih Kolonel, menjabat Kapendam Jaya. Kami pernah jadi narasumber bersama dalam sebuah diskusi soal keamanan dan informasi publik. Dari situlah awak kenal sosoknya.
Bagi awak, Kristomei bukan tipe jenderal yang menjaga jarak dengan wartawan. Beliau komunikatif, terbuka, dan yang paling penting: mengerti cara berkomunikasi di saat krisis. Tidak panik, tidak menutup-nutupi, tapi juga tidak membesar-besarkan. Tenang, lugas, solutif. Itu yang awak ingat.
Karena itulah, ketika Presiden Prabowo mempercayakan BNPB kepada beliau, awak bilang: ini pilihan yang tepat.
Kenapa awak bilang begitu? Karena BNPB hari ini bukan BNPB yang dulu.
Pertama, beban BNPB makin berat. Kita tidak hanya bicara soal gempa atau banjir musiman. Kita bicara soal krisis iklim yang nyata. Karhutla di Sumatera-Kalimantan yang asapnya sudah sampai ke Malaysia-Singapura, banjir rob di pesisir utara Jawa, longsor di mana-mana, hingga gempa yang datang tanpa permisi. Semua butuh komando yang cepat dan terukur.
Kedua, BNPB sedang disorot. Publik makin kritis. Mereka tidak hanya butuh bantuan logistik, mereka butuh transparansi. Butuh kejelasan informasi. Butuh kepastian bahwa negara hadir sebelum kamera televisi datang. Di sinilah pengalaman beliau sebagai jenderal penerangan sangat dibutuhkan.
Awak masih ingat bagaimana beliau saat di Pendam Jaya mampu meredam isu-isu liar dengan komunikasi yang cepat. Itu yang dibutuhkan BNPB hari ini: bukan hanya tanggap bencana, tapi juga tanggap informasi. Melawan hoax bencana yang sering kali lebih berbahaya dari bencananya sendiri.
Ketiga, BNPB butuh pemimpin yang mengerti lapangan. Letjen Kristomei adalah prajurit teritorial. Beliau tahu bagaimana menggerakkan pasukan, berkoordinasi dengan Pemda, Polri, Basarnas, hingga relawan di akar rumput. Bencana tidak bisa diatasi dari balik meja di Jakarta. Harus ada di lapangan.
Tugas ini berat, Jenderal. Tapi awak yakin, dengan rekam jejak, integritas, dan kedekatanmu dengan rakyat dan media, kau bisa.
Selamat bertugas, Letjen TNI Kristomei Sianturi. Jalankan amanah ini dengan ketulusan. Seperti sumpah prajurit yang kau ucapkan dulu: untuk bangsa dan negara. Kami, teman-temanmu dari dunia pers, khususnya dari Portal Kriminal, akan selalu mendukung dari sini, tapi juga akan tetap kritis jika diperlukan. Karena itulah bentuk cinta kami kepada bangsa ini.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melindungimu dalam setiap langkah pengabdianmu. Horas! Salam Tangguh!


