JAKARTA, 24/052026 – Karya legendaris pencipta lagu Damai Bersamamu Johnny Sahilatua, kembali hadir menyapa masyarakat luas. Lagu penuh makna berjudul “Hutan Negeri” dinyanyikan oleh Elhan Zakaria. Bukan sekadar untuk dinikmati sebagai karya seni, melainkan sebagai pesan peringatan serius, keprihatinan mendalam, dan panggilan hati bagi seluruh umat manusia untuk menjaga kelestarian alam dan hutan di bumi ini.
Lagu ini yang liriknya begitu tajam dan puitis, menggambarkan betapa pentingnya keberadaan hutan sebagai nadi kehidupan, namun di sisi lain mengisahkan betapa lelah dan terlukanya alam akibat ulah tangan manusia. Berikut lirik lengkap yang dinyanyikan Elhan Zakaria:
Hutan negeri yang bernyanyi sunyi
Tempat hujan dilahirkan
Hutan negeri paru-paru bumi
Penjaga kehidupan
Meskipun mereka diam
Menahan luka dan resah
Hutan negeri masa depan bangsa
Hutan negeri sejukkan dunia
Hutan yang terjaga
Adalah napas semua makhluk di dunia
Maukah kita mendengarkan
Senandung hutan negeri
Hutan negeri t’lah menjadi lelah
Karena tangan yang serakah
Sungai-sungai kehilangan arah
Dan banjirpun melanda
Jika pohon-pohon tumbang
Kemana angin pulang?
Elhan Zakaria selain konten kreator dan influencer (pemengaruh) yang dikenal aktif diberbagai organisasi juga sebagai penggerak ekonomi kerakyatan, pemerhati lingkungan, ia memilih menyanyikan lagu ini karena pesannya yang sangat relevan dan nyata dengan kondisi bumi saat ini.
Dihubungi melalui selular Elhan mengatakan “lirik karya Johnny Sahilatua ini bukan sekadar puisi indah melainkan cermin kejujuran, hutan negeri bernyanyi sunyi, menahan luka dan resah — itu gambaran nyata hutan kita yang diam, tapi menyimpan luka akibat penebangan liar, kebakaran, dan eksploitasi yang berlebihan” ucapnya. Elhan menambahkan “hutan adalah tempat hujan lahir, paru-paru bumi, sumber air, dan penyangga iklim nah jika rusak, maka rusak pula dasar kehidupan kita semua,” tambah Elhan.
Melalui lagu ini, Elhan Zakaria menyampaikan peringatan keras kepada siapa saja, di mana saja berada: Hutan dan bumi bukan warisan orang tua semata, melainkan titipan anak cucu kita.
Bait paling menyentuh sekaligus menjadi inti peringatannya adalah:
“Jika pohon-pohon tumbang, kemana angin pulang?”
“pertanyaan ini harus menjadi renungan kita semua malau hutan habis, ke mana lagi kita mencari air? Ke mana lagi kita mencari udara bersih? Ke mana lagi tempat berlindung dari panas dan bencana? Lagu ini mengingatkan: kita tidak sedang menyelamatkan hutan, kita sedang menyelamatkan diri sendiri, menyelamatkan umat manusia dari kepunahan, dan menjaga hutan sama artinya menjaga nyawa kita dan masa depan generasi penerus,” tegas Elhan.
Elhan berharap, lewat lagu Hutan Negeri ini, kesadaran kolektif tumbuh subur. Bahwa tangan manusia yang “serakah” adalah penyebab utama bencana seperti banjir, kekeringan, dan perubahan iklim yang kini melanda. Dan sebaliknya, tangan manusia pula yang punya kuasa untuk memulihkan, merawat, dan menjaga agar hutan negeri tetap hijau, tetap bernyanyi, dan tetap menjadi napas seluruh makhluk di dunia. Elhan Zakaria kampanyekan reboisasi dan revitalisasi melalui lagu, sepertinya Elhan harus mendapatkan dukungan penuh dari banyak pihak. RED


