JAKARTA, Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Tentara Nasional Indonesia mulai menerapkan langkah efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sebagai antisipasi terhadap dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi stabilitas energi.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya langkah proaktif serta efisiensi dalam pengelolaan sumber daya nasional. Dilansir dari antaranews.com, Selasa, (24/3/2026).
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, efisiensi dilakukan melalui pengaturan penggunaan sumber daya secara lebih efektif dan berbasis prioritas, termasuk dalam operasional alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan mobilitas dinas.
“Langkah-langkah yang disiapkan mencakup pengaturan penggunaan sumber daya secara lebih efektif dan berbasis prioritas, termasuk dalam operasional alutsista dan mobilitas dinas,” ujar Rico dalam keterangan resmi, Senin (23/3).
Sejumlah kebijakan konkret mulai diterapkan, di antaranya penyesuaian hari kerja dari lima hari menjadi empat hari pada fungsi tertentu, pengaturan penggunaan alutsista berdasarkan indeks prioritas dan kebutuhan operasi, serta pembatasan penggunaan kendaraan dinas dan angkutan jemputan pegawai.
Meski demikian, Rico menegaskan bahwa kebijakan ini bukan dilakukan karena kondisi darurat, melainkan sebagai bentuk kesiapsiagaan dan disiplin dalam pengelolaan sumber daya strategis.
Ia juga memastikan bahwa cadangan energi nasional saat ini masih dalam kondisi aman.
“Melalui langkah ini, Kemhan dan TNI mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama memperkuat ketahanan nasional dengan mengedepankan efisiensi, tanggung jawab, dan semangat bela negara,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI ini.
Langkah efisiensi ini diharapkan dapat menjaga stabilitas penggunaan energi di sektor pertahanan sekaligus memperkuat ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global.(gus)


