Jampang Sukabumi, 19 Maret 2026 – Jajaran pengurus Sahabat Tani Indonesia – SDT lakukan kunjungan kepada petani binaan di Kampung Ciseuti, Desa Cibodas, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kunjungan ini merupakan bagian dari program Sahabat Tani Indonesia (STI-SDT) untuk mewujudkan Asta Cita Prabowo-Gibran poin 6: membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.
klik disini untuk melihat video kunjungan Sahabat Tani Indonesia -SDT di Jampang

Dalam kunjungan tersebut, STI-SDT memperkenalkan Pupuk Organik Nasional (Pornas). Selain itu, Pendiri sekaligus Ketua Umum STI-SDT Sumaria Daeng Toba juga menampung berbagai aspirasi petani, utamanya masalah kekurangan air saat kemarau panjang. Masalah ini sudah menjadi hal biasa bagi petani di wilayah Jampang; pada lahan pesawahan seluas sekitar 15 hektare tersebut, adakalanya petani hanya bisa panen satu kali dalam setahun akibat krisis air.
Para ketua kelompok tani yang hadir berharap panen kali ini bisa berjalan optimal mengingat musim kemarau panjang akan segera tiba, karena jika kemarau datang, risiko paceklik selalu mengintai. Meskipun lahan pertanian di wilayah ini tidak terhampar luas seperti lahan pertanian pada umumnya, namun hal tersebut menjadi mata pencaharian utama bagi warga setempat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Sahabat Tani Indonesia mulai mengembangkan berbagai solusi yang diusulkan oleh para petani. Salah satu langkah antisipasi kemarau yang sedang dipertimbangkan adalah pembuatan sumur bor sebagai penyedia air cadangan untuk menyelamatkan tanaman saat krisis air.
Perwakilan petani setempat, Aang Tamami yang akrab disapa Tamam, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kedatangan rombongan pengurus. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Sahabat Tani Indonesia Ibu Sumaria Daeng Toba dan seluruh jajaran, kami senang dan bahagia atas kehadirannya, kami berharap petani Jampang yang tergabung di Sahabat Tani Indonesia ke depannya bisa mengalami kemajuan, terutama dalam hal peningkatan pendapatan kami,” ujar Tamam.
Sementara itu, Sumaria Daeng Toba menegaskan perlunya dukungan lebih bagi petani di wilayah tersebut. “Melihat keadaan petani dan lahan di sini, memang harus kita dukung dan berikan bantuan, kondisi ini sangat memprihatinkan, terutama masalah pengairan” ucapnya. Ia juga menyampaikan “kunjungan kali ini juga sekaligus untuk melihat kondisi sawah yang akan dilaksanakan Panen Bersama bulan depan, dan saya berharap nanti Mas Bro Kaesang Ketua Umum PSI yang memang masih muda tapi peduli kepada kemajuan bangsa, mulai dari desa ya tentunya, semoga Ia bisa hadir di sini agar benar-benar mengetahui bahwa masalah yang dihadapi petani bukan hanya soal tengkulak, tapi juga masalah pengairan dan juga kurangnya pupuk karena masih banyak petani yang juga tidak termasuk di data sistem simultan,” ungkap Sumaria.

Di akhir kunjungan, RT Cucu menerima bingkisan hari raya sebagai tanda kebersamaan yang disiapkan oleh tim Sahabat Tani Indonesia. Hadir pula dalam kunjungan Bendahara Umum (Bendum) Ade Andrean dan Humas Muhammad Muhi Ashari. Muhammad Muhi Ashari memastikan bahwa sebelum pelaksanaan Panen Bersama bulan depan, pihaknya akan lakukan pengecekan berkala terhadap kesiapan panen bersama yang akan dilaksanakan akhir bulan April 2026. EZ


