Kabar Berita:
Labuhan Bajo -NTT
Labuan Bajo NTT – Seorang Imam Katolik di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores – NTT bernama Marsel Agot diduga secara bar bar bawa pereman di lokasi tanah milik masyarakat bernama Alosius Oba, warga Lancang, Kelurahan Wae Kelambu, Manggarai Barat.
Aksi premanisme Pater Marsel Agot ini membuat Alo Oba dan keluarganya mengalami ketakutan. “Setelah dia bawa preman datang ke lokasi tanah saya di Batu Gosok itu kami sangat takut. Karena dia datang bawa preman sekitar ±20 orang membawa senjata tajam. Itu preman dari luar Labuan Bajo. Keluarga saya di lapangam jadi takut dan pulang,” ujar Alo Oba dengan nada takut saat diwawancarai oleh sejumlah media di Labuan Bajo, Selasa, 27 Januari 2026.
Alo Oba yang tidak ada di lokasi kejadian saat preman bayaran Pater Marsel Agot datang, ia menerima informasi dari anak buahnya bernama Mansur bahwa Pater Marsel datang ke lokasi dengan rombongam preman yang diangkut menggunakan mobil dumtruck dan dipimpin langsung oleh Pater Marsel Agot.
“Untung saya tidak ada di lokasi kejadian. Kalau tidal mungkin Pater Marsel sudah bunuh saya. Diakan tebarkam ancaman pembunuhan di lokasi, dia bilang kita siap mati di sini. Habis itu dia telpon lagi anak buahnya yang lain bilang datang semua bawa dengan perlengkapan biar kita mati di sini,” ini membuat kami takut,” ujarnya usai kenadian.
Tak hanya sampai disitu, Pada malam hari pasca kejadian di lokasi, rumah Alo Oba diteror oleh orang tak dikenal yang diduga suruhan Pater Marsel Agot. Diduga para pran ini mondar mandir di depan rumahao Uba pada malam hari.
“Ada yang telpon saya punya isteri tanya saya, isteri saya bilang Bapak Alo tidak ada di rumah. Asa yang datang ketuk rumah, isteri saya buka pintu mereka tanya Bapak Alo, isteri saya bilang Bapak tidak ada. Itu secara bergantian orang datang ke Rumah saya. Kami jadi takut,” ujar Alo Oba.
Rentetan aksi teror hingga ancaman pembunuhan kepada Alo Oba oleh Preman yang diduga suruhan Pater Marsel Agot ini berawal dengan aksi premanisme yang terjadi Pada Minggu malam, 25 Januari 2026.
Diduga para preman bayaran ini mencabut 10 plang permanen yang bertuliskan “tanah ini milik Alosius Oba” yang dipasang diatas tanah milik Alosius Oba yang berlokasi di kawasan Batu Gosok, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, NTT.
Alosius Oba menjelaskan bahwa aksi para preman ini dilakukan pada malam hari untuk menghindari pantauan pemilik tanah dan penjaga di lokais. “Para preman ini beraksi di malam hari. Kalau siang hari mereka tidak berani karena setiap hari kita selalu berjaga di lokasi. Mereka kucing kucingan. Ini meresahkan sekali,” ujar Alo Oba saat ditemui di Labuan Bajo pada Senin, 26 Januari 2026.
Ia menjelaskan bahwa jika aksi preman ini terus dibiarkan bukan tidak mungkin akan ada bentrok fisik yang bisa mengganggu stabilitas keamana di Labuan Bajo. Menurut Alo, para preman ini diduga dibayar oleh para mafia tanah yang ingin menguasai tanah orang dengan cara cara diluar hukum.
“Aksi preman ini bisa mengganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat Labuan Bajo yang selama ini dijaga dan dirawat. Tapi para mafia tanah masuk bayar mereka untuj ganggu ganggu tanah yang ingin mereka kuasai,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa jika ada para pihak yang mengklaim tanahnya silahkan gugat secara perdata di pengadilan. “Jangan gunakan preman karena fatal akibatnya. Ada kuasa hukum saya. Nama dan nomornya tercantun di Plang yang terpampang di lokasi,” ujarnya.
Alo Oba meminta aparat setempat untuk menertibkan preman preman yang diduga dibayar oleh para mafia yang hendak menguasai tanah orang di Labuan Bajo.
“Akhi akhir ini masalah preman di Labuan Bajo sangat mengkhawatirkan. Mereka dibayar oleh para mafia dan kemudian pertaruhkan nyawa. Inikan tidak baik. Kami minta polisi atau pihak terkait segera tindak tegas para preman ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa terkait aksi premanisme tersebut, tim hukumnya sedang mengkaji masalah tersebut untuk dilaporkan ke polisi. “Tim hukum kita udah mengantongi semua bukti bukti akibat tindakan para preman ini. Kan ada pengrusakan fasilitas itu. Jadi ada kerugian yang ditimbul. Dalam waktu dekat kita buat laporan,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu sumber media ini yang meminta namanya dirahasiakan menjelaskan bahwa ada peran oknum ASN yang menduduki posisi strategis yang menjadi dalam dari pengerahan para preman ini.
“Kita sudah endus ada peran satu orang pejabat ASN dalam pengerahan preman ini. Kita sudah kunci soal itu. Termasuk orang ini terlibat dalam memanipulasi dokumen tanah, mengatur kepemilikan tanah yang hendak mereka kuasai. Jadi dia ini semua yang atur. Siapa pemiliknya yang cocok untuk kuasai itu tanah, dia juga mengatur harga, dia juga yang mencari pembeli. Kita sudah kantongi semu. Ini persoalan serius dan orang ini harus ditindak,” ujarnya.
Diketahui bahwa tanah milik Alosius Oba ini sedang dibawa pengawasan Inspektur Jendral polisi I Wayan Sukawinaya dan tim. Pantauan di lokasi tampak puluhan pondok dan plank dipasang dilokasi.
Kemudian pada Selasa 27 Januari 2026, Pater Marsel Agot turun langsung pimpin preman yang diduga preman bayaran duduk lokasi Alo Oba dengan tebarkan nada ancaman pembunuhan.
Alo Oba yang merasa terancam berencana akan mendatangi yang Mulia Bapak Uskup Labuan Bajo untuk minta perlindungan. “Saya mau datang ketemu Bapak Uskup minta perlindungan. Saya takut karena Pater Marsel sudah tebarkan ancaman pembunuhan,” ujarnya.
“Pater Marsel ini sering ganggu tanah saya. Ada apa dengan dia ini? Diakan seorang Imam kenapa suka ganggu tanah orang? Saya akan lapor Bapak Uskup kalau terus terusan dia berulah. Rasa hormat saya kepada bliau ini hilang,” ujarnya dengan nada marah.
Media ini masih berupaya untuk mengkonfirmasi kepada Pater Marsel Agot atas kasus yang sedang terjadi. (red)
Editor: Hanan_007


