PemimpinMasaDepan.News,-Jonggol-Setelah gelombang kecaman publik akibat video viral pelarangan ibadah Natal yang mencekam, Kementerian Agama (Kemenag) akhirnya memecah kebuntuan.
Pada Jumat (2/1/2026), Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar, turun langsung ke Desa Sukasirna, Kecamatan Jonggol, membawa pesan “pemulihan” yang sebelumnya sempat hilang ditelan intimidasi aparat lokal.
Kehadiran Gugun bukan sekadar kunjungan formalitas. Ia datang sebagai representasi pusat untuk menjawab kegagalan perlindungan yang sempat dirasakan 70 jemaat Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Betlehem.
Namun, dibalik narasi damai yang dibawa, tersisa pertanyaan besar: mengapa negara baru hadir setelah “eksekusi” hak ibadah pada 24-25 Desember telanjur terjadi?
*Janji “Berdiri Tegak” di Tengah Trauma*
Dalam kunjungannya, Gugun Gumilar melontarkan pernyataan keras yang seolah menjadi antitesis dari sikap lembek pemerintah desa sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa gereja tersebut harus tetap beroperasi tanpa ada gangguan lebih lanjut.
“Gereja ini tidak boleh ditutup. Saya akan berdiri tegak membela Gereja ini agar tetap digunakan sebagai tempat ibadah,” tegas Gugun di hadapan jemaat dan perangkat wilayah seperti dilansir dari beberapa Media.


